Juridical Analysis of Proposed JKN Contribution-Arrears Waiver and Legal Certainty
DOI:
https://doi.org/10.59261/jlsp.v4i4.184Keywords:
National Health Insurance, Contribution Waiver, Legal Certainty, Mandatory Participation, Social JusticeAbstract
Background: This study is motivated by the policy of eliminating or waiving contribution arrears under Indonesia’s National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional [JKN]) program, which raises legal concerns regarding mandatory participation and legal certainty. Normatively, the payment of contributions constitutes a mandatory obligation that forms the foundation of the national social insurance system.
Objective: This research aims to analyze the legal basis of the contribution-arrears waiver policy and its implications for legal certainty and the principles of social justice.
Methods: This study employs normative legal research using statutory, conceptual, and case approaches.
Results: The findings indicate that contribution obligations have multilayered legal foundations and that contribution arrears are categorized as public receivables that do not expire solely as a result of changes in membership status. Although a waiver policy may function as an affirmative measure, it potentially risks weakening legal certainty, compliance discipline, and fiscal sustainability if it is not regulated proportionally.
Conclusion: It is concluded that any contribution-arrears waiver policy must be strictly limited, based on objective criteria, and supported by adequate legal authority.
References
Agung, A. A. P., & Jatmiko, L. J. S. P. (2023). Jaminan kesehatan dalam hak konstitusional bagi pekerja migran Indonesia dalam konstruksi negara kesejahteraan. The Prosecutor Law Review, 1(3).
Akbar, N. A. (2026). Tarif BPJS Kesehatan bakal naik, pemerintah ditagih soal penghapusan tunggakan iuran. Kompas Nasional. https://nasional.kompas.com/read/2026/02/26/11332181/tarif-bpjs-kesehatan-bakal-naik-pemerintah-ditagih-soal-penghapusan
Alhumaira, N., & Samrenaldy, S. (2026). Analisis hukum kebijakan penonaktifan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) bagi kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 3(1), 1–10.
Benita, S., & Ardiansyah, A. (2024). Reformulasi pajak orang pribadi sebagai pemenuhan iuran Jaminan Kesehatan Nasional dalam rangka meningkatkan efektifitas pemungutan pajak. Iblam Law Review, 4(3), 290–302. https://doi.org/10.52249/ilr.v4i3.540
Budiarsih, & Andhi, S. (2025). Analisis problematika sistem pembiayaan kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Research Journal of Social Science and Economics, 1(3), 494–504.
Dewi, K. R., Putri, R. M., Triayu, N. A., & Novita, D. I. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia: Literature review. Jurnal Ventilator, 1(2), 50–64. https://doi.org/10.59680/ventilator.v1i2.301
DPR RI. (2025). Tunggakan iuran BPJS akan dihapus, harapan baru bagi keluarga rentan peroleh akses jaminan kesehatan. https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Tunggakan-Iuran-BPJS-Akan-Dihapus-Harapan-Baru-Bagi-Keluarga-Rentan-Peroleh-Akses-Jaminan-Kesehatan-60136
Gulo, E. P. C. (2025). Gambaran pertumbuhan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional berdasarkan provinsi di Indonesia. Indonesian Scholar Journal of Nursing and Midwifery Science (ISJNMS), 4(10), 365–372. https://doi.org/10.54402/isjnms.v4i10.690
Haa, H. (2026). Menkes ungkap total tunggakan iuran BPJS Kesehatan Rp 26,7 T. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20260212072157-4-710418/menkes-ungkap-total-tunggakan-iuran-bpjs-kesehatan-rp-267-t
Janati, F., & Akbar, N. A. (2026). Pemerintah klaim pemutihan tunggakan iuran JKN segera terwujud. Kompas Nasional. https://nasional.kompas.com/read/2026/01/28/14010971/pemerintah-klaim-pemutihan-tunggakan-iuran-jkn-segera-terwujud-simak
Jauza, R., & Rahmadani, Y. (2024). Implementation of the REHAB program (gradual payment plan) in reducing JKN contribution arrears at Solok City BPJS Health. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan dan Humaniora), 8(2), 12559–12566. https://doi.org/10.36526/santhet.v8i2.4270
Karmila, K., Nur, A., Rahmi, A., & Fauzah, N. (2026). Dampak perlambatan ekonomi nasional terhadap kepatuhan pembayaran iuran peserta BPJS Kesehatan. CENDEKIA: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 3(1), 241–249. https://doi.org/10.62335/cendekia.v3i1.2316
Kesuma, M. E., Iza, R. R., & Suci, F. (2024). Pengaturan hak konstitusional warga negara di bidang kesehatan. Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, 13(1), 190–208. https://doi.org/10.34304/jf.v13i1.250
Luthfi, M. K. (2024). Pertanggungjawaban atas penggunaan diskresi oleh pejabat pemerintah dari sudut pandang hukum administrasi negara. Jurnal Ilmiah Nusantara, 1(4), 299–311.
Maulana, A. N., Purwaningrum, F., Thabrany, H., Fitrianti, Y., & Hartini, F. T. (2022). Mengukur kemampuan mengiur untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tahun 2021 di Indonesia. Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional, 2(1). https://doi.org/10.53756/jjkn.v2i1.51
Mekarisce, A. A., Noerjoedianto, D., & Solida, A. (2022). Hubungan sosio demografi dan pendapatan dengan kepatuhan membayar iuran PBPU pekerja mandiri di BPJS Kesehatan KC Jambi. Riset Informasi Kesehatan, 11(1), 13. https://doi.org/10.30644/rik.v11i1.548
Pamungkas, T. J., & Hariri, A. (2022). Tanggung jawab negara dalam pemenuhan jaminan sosial persepektif welfare state. Media of Law and Sharia, 3(4), 270–283. https://doi.org/10.18196/mls.v3i4.15198
Prasja, T. R., Suriaatmadja, T. T., & Syafrinaldi, S. (2023). Kedudukan dan pemenuhan unsur asuransi pada BPJS Kesehatan perspektif teori kepastian hukum. Jurnal Hukum Magnum Opus, 6(2), 166–182. https://doi.org/10.30996/jhmo.v6i2.9290
Pratiwi, A. N. (2026). Pemutihan tunggakan iuran BPJS Kesehatan bisa tembus Rp 14 T. Tempo. https://www.tempo.co/ekonomi/pemutihan-tunggakan-iuran-bpjs-kesehatan-bisa-tembus-rp-14-t-2114627
Prayitno, D. (2023). Pelayanan penanganan penunggak iuran BPJS bagi peserta JKN-KIS Kesehatan di Kantor Cabang Kota X. Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Akuntansi, 10(1), 55–70. https://doi.org/10.54131/jbma.v10i1.150
Purwanda, S., Wiwin, W., Pransisto, J., & Musran, A. (2024). Testing the omnibus law concept in legal theory: Evaluating its effectiveness as a tool for social engineering. Indonesia Private Law Review, 5(1), 11–22. https://doi.org/10.25041/iplr.v5i1.3370
Putri, N. E. K., Agustin, M. V., Kuswanto, M., & Oktori, N. W. W. (2022). Urgensi kebijakan pendanaan jaminan kesehatan masa pandemi Covid-19 di Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Perspektif Hukum, 29–52. https://doi.org/10.30649/ph.v22i1.109
Rasyid, D. (2026). Tinjauan yuridis terhadap pemenuhan hak kesehatan masyarakat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Majalah Sainstekes, 12(2), 150–163. https://doi.org/10.33476/ms.v12i2.5877
Sinaga, K. G., & Hidayat, H. (2024). The impact of BPJS contribution increases on health services. Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies (HealthMAPs), 2(2), 87–94. https://doi.org/10.52060/hmaps.v2i2.2608
Sitorus, N., Yusrizal, Y., & Nasution, J. (2023). Peranan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam mendorong Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Economic Reviews Journal, 3(1), 45–60. https://doi.org/10.56709/mrj.v3i1.108
Syofyan, Y., & Gusman, D. (2023). Studi perbandingan sistem jaminan sosial antara Indonesia dan Malaysia dalam rangka pemenuhan hak kesehatan di Indonesia. UNES Journal of Swara Justisia, 7(1), 208. https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i1.325
Utami, N. J., Karyus, A., & Pramudho, K. (2024). Kepatuhan peserta PBPU dalam membayar iuran BPJS Kesehatan di Kabupaten Mesuji. JIK Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 10. https://doi.org/10.33757/jik.v8i1.760
Wicaksono, E. N. (2026). Perlindungan hukum terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional atas layanan kesehatan yang tidak berkualitas. Jurnal Hukum dan Etika Kesehatan, 6(1), 20–32. https://doi.org/10.30649/jhek.v6i1.260
Yusuf, F. M., & Thohari, A. A. (2024). Konsekuensi hukum terhadap perusahaan dan tenaga kerja akibat ketidakpatuhan dalam pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan. Jurnal USM Law Review, 7(3), 1674–1689. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.10653
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Erna Kurniawati, Dimas Arryo Radytyo, Dinda Indrawati, Elianoor Niveda, Rudy M. Ramdan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





