Rekonstruksi Desentralisasi Asimetris Di Indonesia: dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

Authors

  • Azkal Wildan Amir Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri

DOI:

https://doi.org/10.59261/jlsp.v4i4.181

Keywords:

Desentralisasi Asimetris, Otonomi Daerah, Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Negara Kesatuan, Hukum Tata Negara

Abstract

Latar Belakang: Perubahan status Jakarta setelah pemindahan ibu kota negara ke Nusantara melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 menghadirkan model desentralisasi asimetris yang memiliki karakteristik berbeda dan perlu dikaji secara konstitusional. Pengaturan baru tersebut menimbulkan persoalan terkait representasi lokal, prinsip subsidiaritas, dan tata kelola metropolitan dalam kerangka negara kesatuan.

Tujuan: Penelitian ini menganalisis kedudukan yuridis Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 dalam sistem otonomi asimetris Indonesia serta implikasinya terhadap prinsip desentralisasi berdasarkan Pasal 18 UUD 1945.

Metode: Penelitian yuridis normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif melalui kajian terhadap regulasi, putusan Mahkamah Konstitusi, dan literatur hukum terkait.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa status khusus Jakarta berbeda dari daerah asimetris lainnya karena menerapkan struktur otonomi satu tingkat, tidak adanya DPRD kabupaten/kota, mekanisme pemilihan gubernur, serta pengelolaan kawasan aglomerasi yang lebih terpusat. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan terhadap akuntabilitas lokal, subsidiaritas, dan koordinasi antarpemerintahan.

Kesimpulan: Diperlukan kriteria normatif yang lebih jelas serta perlindungan kelembagaan agar otonomi asimetris Jakarta tetap sejalan dengan prinsip desentralisasi dan tata kelola metropolitan yang efektif.

References

Alfauzi, R. (2022). Desentralisasi dan Keistimewaan Praktik Otonomi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. IN RIGHT: Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 11(1). https://doi.org/10.14421/inright.v11i1.2134

Amin, R. I., & Isharyanto. (2022). ASYMMETRICAL SEQUENTIAL DECENTRALIZATION: RESETTING THE PARADIGM OF REGIONAL AUTONOMY. Journal of Governance and Regulation, 11(4). https://doi.org/10.22495/jgrv11i4art3

Fauziah, S. S., & Winayanti, N. K. (2025). Kewenangan Khusus Provinsi Daerah Khusus Jakarta (Dkj) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2024 Tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Audi Et AP?: Jurnal Penelitian Hukum, 4(02).

Fiorillo, F., Giuranno, M. G., & Sacchi, A. (2021). Asymmetric decentralization: distortions and opportunities. Economia Politica, 38(2), 625–656. https://doi.org/10.1007/s40888-020-00211-7

Fujikawa, K. (2021). Settling with Autonomy after Civil Wars: Lessons from Aceh, Indonesia. Global Policy, 12(2), 204–213. https://doi.org/10.1111/1758-5899.12949

Huda, N. (2014). Desentralisasi asimetris dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia: kajian terhadap daerah istimewa, daerah khusus, dan otonomi khusus.

Indra, M., Saragih, G. M., Ismandianto, & Muthia, A. A. (2026). Asymmetric Regional Development as a Framework for Achieving Spatial and Regional Justice in Indonesia. Jambura Law Review, 8(1).

Lambelanova, R. (2022). Paradigma Baru Desentralisasi Asimetris di Indonesia. Buku Literatur IPDN Tahun 2022, 5(3).

Lele, G. (2019). Asymmetric Decentralization and the Problem of Governance: The Case of Indonesia. Asian Politics & Policy, 11(4), 544–565. https://doi.org/10.1111/aspp.12493

Lele, G. (2023). Asymmetric decentralization, accommodation and separatist conflict: lessons from Aceh and Papua, Indonesia. Territory, Politics, Governance, 11(5), 972–990. https://doi.org/10.1080/21622671.2021.1875036

Lubis, A. S., Saputro, B., Wibowo, R. W., & Al-Qindi, M. F. (2024). PROBLEMATIKA PEMBERIAN OTONOMI KHUSUS PROVINSI DAERAH KHUSUS JAKARTA YANG HANYA BERADA PADA TINGKAT PROVINSI. Jurnal Hukum & Pembangunan, 54(1). https://doi.org/10.21143/jhp.vol54.no1.1617

Nugroho, A., Handayani, I. G. A. K. R., & Karjoko, L. (2024). Recognition of the Specialties of the Kingdom of Yogyakarta and the Practice of Asymmetric Decentralization in Indonesia. Journal of Law and Sustainable Development, 12(1). https://doi.org/10.55908/sdgs.v12i1.3122

Pratama, A. Y. (2016). Pelaksanaan Desentralisasi Asimetris Dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah Di Era Demokrasi. Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 28(1).

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 11/PUU-XVI/2008 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan di Provinsi Maluku.

Shoesmith, D., Franklin, N., & Hidayat, R. (2020). Decentralised Governance in Indonesia’s Disadvantaged Regions: A Critique of the Underperforming Model of Local Governance in Eastern Indonesia. Journal of Current Southeast Asian Affairs, 39(3), 359–380. https://doi.org/10.1177/1868103420963140

Susanto, S. N. H. (2019). Desentralisasi Asimetris dalam Konteks Negara Kesatuan. Administrative Law and Governance Journal, 2(4). https://doi.org/10.14710/alj.v2i4.631-639

Talitha, T., Firman, T., & Hudalah, D. (2020). Welcoming two decades of decentralization in Indonesia: a regional development perspective. Territory, Politics, Governance, 8(5). https://doi.org/10.1080/21622671.2019.1601595

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 4.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 32.

Wardhana, A. F. G., & Huda, N. (2022). Relasi Kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam Penataan Kawasan Metropolitan Jabodetabek-Punjur. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 29(3). https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss3.art2

Downloads

Published

2026-09-24

How to Cite

Amir, A. W. (2026). Rekonstruksi Desentralisasi Asimetris Di Indonesia: dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Journal of Law and Social Politics, 4(4), 752–760. https://doi.org/10.59261/jlsp.v4i4.181